TUMBUHAN OBAT YANG BERKHASIAT KONTRASEPSI
Mei 30, 2009 at 8:01 am 1 komentar
INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT YANG BERKHASIAT KONTRASEPSI DI HUTAN TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN LAMPUNG BARAT PROVINSI LAMPUNG
Oleh: Hendri Busman, Drs., M. Biomed
http://digilib.unila.ac.id/go.php?id=laptunilapp-gdl-res-2007-hendribusm-651
Telah dilakukan penelitian terhadap inventarisasi tumbuhan obat yang berkhasiat kontrasepsi di Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung Barat, provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat yang berkhasiat kontrasepsi, teknik dan cara penggunaan tumbuhan yang berkhasiat kontrasepsi serta upaya melindungi habitat dan memperkecil kerusakan lingkungan dengan perencanaan budidaya tumbuhan berkhasiat kontrasepsi. Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung Barat, provinsi Lampung. Wilayah Lampung Barat secara umum memiliki potensi keanekaragaman sumberdaya alam hayati untuk dapat dikembangkan dalam rangka pembangunan daerah yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu 6 bulan (Mei—Oktober 2006).
Sumber informasi penelitian diperoleh dari desa-desa pada kecamatan yang terpilih, dalam hal ini dipilih 4 kecamatan. Keempat kecamatan tersebut merupakan daerah HTN Bukit Barisan Selatan yang berada di Lampung Barat. Dalam hal ini tiap kecamatan akan diwakili oleh 2 desa, sehingga untuk 1 kecamatan akan diwawancarai sekitar 10 orang dan dipilih beberapa orang sebagai sampel yang memenuhi persyaratan. Survey dilakukan dengan teknik wawancara, menggunakan 3 macam kuesioner standar yang ditetapkan oleh tim SP3T Departemen Kesehatan yaitu; 1. Kuesioner untuk obat tradisional; 2, Kuesioner untuk jenis ramuan/tanaman obat yang digunakan dan 3, kuesioner untuk pasien pengguna obat tradisional. Untuk pengambilan sampel tumbuhan obat yang belum dikenal sebagai tumbuhan obat diambil secara utuh, dimasukkan ke dalam kantong plastik, diberi label dan dikumpulkan. Untuk tanaman yang sulit dibawa (pohon, akar, tanaman air dan sebagainya) dicatat, dibuat herbarium, dan diidentifikasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan mengacu pada referensi yang relevan.
Dalam metode penelitian ini menggunakan referensi Agoes (2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis tumbuhan obat yang berkhasiat kontrasepsi terutama digukanan pada kalangan wanita. Penggunaannya diketahui untuk mengeringkan rahim/peranakan, menggugurkan kandungan/aborsi, dan mengurangi kesuburan. Cara pemakaian atau penggunaan umumnya dengan diminum dan cara pengolahan tumbuhan obat berkhasiat kontrasepsi disesuaikan menurut jenis masing-masing tumbuhan.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .
1 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
Mr WordPress | Mei 30, 2009 pukul 8:01 am
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.